Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesiapan Remaja Awal Dalam Menghadapi Menarche Di SD Pontianak Tenggara Tahun 2014
Abstract
Latar Belakang: Kriteria yang paling sering digunakan adalah dimulainya menstruasi pertama (menarche), namun ketidaktahuan terhadap hal tersebut dapat membuat mereka hidup dalam kegelisahan dan ketakutan disertai dengan perasaan terkejut, cemas, bahkan keresahan.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan remaja awal dalam menghadapi menarchedi SD Pontianak Tenggara tahun 2014.
Metode: Jenis data berbentuk kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 51 responden yang duduk dikelas VI SD Pontianak Tenggara tahun 2014 dengan teknik cluster samling. Teknik dan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner.Analisa data menggunakan uji chi-square dengan taraf signifikansi (α) 0,05 dan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil Penelitian: Tidak mendapat dukungan sosial ibu, yaitu 30 orang (58,8%) dengan p value 0,688, siswi yang tidak mendapat dukungan sosial dari teman sebayanya sebanyak 30 orang (58,8%) dengan p value 0,461, siswi dengan sikap tidak mendukung terhadap menarche 31 orang (60,8%) dan p value 0,493, sedangkan pengetahuan siswi dalam kategori baik lebih banyak, yaitu 33 orang (64,7%) dengan p value 0,285, siswi yang siap mengalami menarche pada usia >13 tahun sebanyak 42 orang (82,3%) dan p value 0,243, serta siswi yang telah siap menghadapi menarche diusianya sekarang hanya 25 orang (49%).
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara dukungan sosial ibu, dukungan sosial teman sebaya, pengetahuan, sikap, dan usia dengan kesiapan remaja awal menghadapi menarche di SD Pontianak tenggara tahun 2014.
References
[2] Tavris, Carol.,& Carole Wade. Psikologi (Edisi 2). Jakarta: Erlangga.(2007).
[3] Fajri, A., &Maya Khairani. Hubungan antara komunikasi ibu-anak dengan kesiapan menghadapi menstruasi pertama (menarche) pada siswi SMP Muhammadiyah Banda Aceh. Jurnal PsikologiUNDIP. (2011). Vol. 10, No. 2, Oktober 2011.
[4] Nurfarhanah, et al. Hubungan antara pengetahuan tentang menarche dengan kecemasan siswi. Konselor Jurnal Ilmiah Konseling. (2013). Vol. 2, No.1, Januari 2013.
[5] Asfuah, Siti.,& Atikah Proverawati. Buku ajar gizi untuk kebidanan.Yogyakarta: Muha Medika.(2009).
[6] Purwanti, Sugi.,& Nur Fitri Jayanti. Deskripsi faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan anak dalam menghadapi menarche di SD Negeri 1 Kretek Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes Tahun 2011. Jurnal Ilmiah Kebidanan. (2012). Vol. 3, No. 1, Juni 2012.
[7] Suryani, Eko.,& Hesti Widyasih. Psikologi ibu dan anak. Yogyakarta: Fitramaya.(2008).
[8] Manuaba, et al. Ilmu kebidanan, penyakit kandungan, dan KB (Edisi 2). Jakarta: EGC.(2010).
[9] Utami, Sri. Hubungan antara dukungan sosial (ibu) dengan kecemasan menghadapi menarche pada remaja putri prapubertas, Naskah Publikasi, (2008). Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Budaya, Universitas Islam Indonesia.
[10] Prastiti, Wiwin Dinar., & Sri Lestari. Makna menarche dan pengalaman psikologis yang menyertainya. ARKHE Jurnal Ilmiah Psikologi. (2008). No.1, April 2008.
[11] Ristianti, Amie. Hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan identitas diri pada remaja di SMA Pusaka 1 Jakarta. (2008). Fakultas Psikologi, Universitas Gunadarma.
[12] Kumalasari, Fani. Hubungan antara dukungan sosial dengan penyesuaian diri remaja di Panti Asuhan. Jurnal Psikologi Pitutur. (2012). Vol 1, No. 1, Juni 2012
[13] Kuryadi, Jessy.,& Ninawati. Hubungan antara sikap terhadap menstruasi dan kecemasan terhadap menarche. Jurnal Psikologi. (2006). Vol 4. No. 1, Juni 2006.
[14] Janiwarty, Bethsaida.,& Herri Zan Pieter. Pendidikan psikologi untuk kebidanan. Yogyakarta: Rapha Publishing.(2013).
[15] Rosida, Lena et al. Perbandingan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi berdasarkan usia menarche yang berbeda pada siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Banjarbaru. Laporan Penelitian. (2010). Fakultas Kedokteran.
[16] Untari, Ida.,& Yudha Indra Permana. Hubungan antara pengetahuan






