Konsep Diri Pasien Dengan Diabetic Foot Ulcers (Dfu) Di Klinik Kitamura Pontianak (Studi Fenomenologi)
Abstract
Latar Belakang : Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu penyakit yang ditandai oleh kenaikan kadar gula darah (hyperglycemia) kronik yang dapat menyerang banyak organ di semua lapisan masyarakat. DM jika tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan timbulnya beberapa komplikasi bersama-sama atau terdapat satu masalah yang mendominasi seperti kelainan vaskuler, retinopati, nefropati diabetik, neuropati diabetik dan ulkus kaki diabetik. Berat kecilnya suatu penyakit sangat mempengaruhi konsep diri seperti hal nya seseorang yang mengalami DFU, DFU dianggap merupakan suatu penyakit yang menakutkan, karena mempunyai dampak negatif yang kompleks terhadap kelangsungan kualitas hidup individu. Salah satu diantaranya adalah amputasi, apabila DFU tersebut mengancam jiwa seseorang.
Tujuan : Mengetahui konsep diri pada pasien Diabetic Foot Ulcers (DFU) di Klinik Kitamura Pontianak.
Metode Penelitian : Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Desain dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis fenomenologi.
Hasil Penelitian : Konsep diri dari kelima komponen menunjukan hampir sebagian dari kelima komponen konsep diri memiliki konsep diri yang negatif, tetapi ada salah satu dari kelima komponen konsep diri yaitu peran, masih postif dan ada juga beberapa komponen lagi yang masih menunukan ke hal yang positif salah satu nya ideal diri dan harga diri. Pada ideal diri mereka masih memiliki harapan yang positif dan di harga diri meskipun ada yang negatif tetapi mereka masih memiliki harga diri yang positif pada diri mereka, jadi meskipun dari beberapa komponen ada yang masih negatif tetapi dengan adanya beberapa komponen yang masih positif dengan di dukung beberapa faktor lain lagi yaitu faktor eksternal dan internal jadi konsep diri pada pasien DFU di Klinik Kitamura Pontianak masih positif atau baik.
Kesimpulan : Konsep diri pasien DFU di Klinik Kitamura Pontianak positif atau baik.
References
2. Huda, Nuh. 2010. Pengaruh hiperbarik oksigen (HBO) terhadap perfusi perifer luka gangren pada penderita DM di RSAL dr. Ramelan Surabaya. Program Magister Ilmu Keperawatan-FIK Universitas Indonesia: Jakarta.
3. Sudoyo, Aru. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Ed.IV Jilid III. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.
4. Poerwanto, Angga. 2012. Mekanisme terjadinya gangren pada penderita diabetes mellitus. FK-UWK: Surabaya.
5. Maryunani, Anik. 2013. Perawatan Luka (Modern Wouncare) Terlengkap dan Terkini. Bogor : In Media
6. Sjamsuhidayat R & de Jong W. 2005. Buku ajar ilmu bedah edisi 2. Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta.
7. Wijaya, Andra Saferi & Putri, Yessi Mariza. 2013. KMB 2 Keperawatan Medikal Bedah Keperawatan Dewasa Teori dan Contoh ASkep. Yogyakarta: Nuha Medika
8. Morison, M.J. Manajemen Luka. Jakarta : EGC. 2004
9. Suriadi. 2007. Manajemen luka. Jakarta: Sagung Seto
10. Tambunan, M. 2011. Perawatan Kaki Diabetes, Dalam : Soegondo, S., Soewondo,P., Subekti, I., Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
11. Yunir, E., 2006. Terapi Non Farmakologis Pada Diabetes Melitus. Dalam : Sudoyo, A.W., ed. Buku Ajar Penyakit Dalam Jilid III. Edisi ke 4. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1864-1867.






